Material sering menjadi bagian yang paling mudah terlihat dalam desain interior. Namun, material yang menarik tidak dapat menggantikan layout yang tidak bekerja dengan baik. Karena itu, space planning sebaiknya diselesaikan lebih dahulu sebelum keputusan visual menjadi terlalu spesifik.
Mulai dari aktivitas
Identifikasi aktivitas utama yang terjadi pada setiap ruang. Siapa yang menggunakannya, kapan digunakan, dan apa yang dibutuhkan agar kegiatan tersebut berjalan nyaman. Informasi ini membantu menentukan kebutuhan area, hubungan antar-ruang, serta posisi furniture utama.
Periksa zoning dan sirkulasi
Zoning membantu membedakan fungsi dan tingkat privasi antar-area. Sirkulasi memastikan pengguna dapat bergerak dengan jelas tanpa terganggu furniture atau elemen lain. Keduanya perlu diuji sebelum fokus berpindah ke warna, finishing, atau dekorasi.
Furniture adalah bagian dari ruang
Furniture tidak seharusnya diperlakukan sebagai objek yang ditempatkan setelah layout selesai. Ukuran, posisi, dan hubungan furniture dengan jalur sirkulasi dapat memengaruhi kenyamanan dan proporsi ruang secara keseluruhan.
Material mengikuti arah ruang
Setelah fungsi dan hubungan ruang mulai stabil, material dapat dipilih untuk memperkuat karakter. Material kemudian bekerja sebagai bagian dari komposisi yang lebih besar—bersama pencahayaan, proporsi, furniture, dan elemen arsitektur.
Koordinasi mengurangi keputusan yang saling bertentangan
Interior juga perlu memperhatikan kondisi bangunan dan sistem terkait. Posisi titik listrik, plumbing, bukaan, struktur, atau kondisi existing dapat memengaruhi keputusan desain. Koordinasi sejak awal membantu mengurangi perubahan yang tidak perlu di tahap berikutnya.